Banjarbaru – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan pengusaha di Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWAPI, Nita Yudi, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan IWAPI adalah membangun kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui program Apple Academy Development.
“Ya, kami dari pusat bekerja sama dengan Apple Academy Development, yaitu sebuah platform dari Apple Amerika yang bekerja sama dengan IWAPI agar ibu-ibu bisa melek digital,” kata Nita Yudi, Banjarbaru, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, program tersebut dirancang dalam bentuk program magang selama sembilan bulan.
Peserta akan mengikuti kegiatan selama empat jam setiap hari, sekaligus memperoleh pengalaman dan pembelajaran terkait teknologi serta keterampilan digital.
Nita menjelaskan, peserta program magang juga mendapatkan dukungan berupa pembayaran atau gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) selama mengikuti program.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan mendapatkan perangkat pendukung teknologi berupa satu unit laptop MacBook dan iPhone dari Apple.
“Selain hadiah-hadiah tadi dan juga gaji, tentu ini membangkitkan semangat agar perempuan lebih melek digital,” ujarnya.
Nita menilai, kemampuan digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perempuan pengusaha di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin terbuka dan kompetitif.
Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperluas pemasaran produk.
“Bagaimanapun kendala kita sampai hari ini adalah masalah digitalisasi. Karena semuanya sudah serba global, pemasaran pun serba global,” jelasnya.
Ia menegaskan, perempuan pengusaha perlu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan pola bisnis dan pemasaran.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
“Jadi kalau kita tidak bisa mengikuti masalah digitalisasi atau teknologi kekinian, maka kita akan tertinggal. Dan ini yang sangat tidak diharapkan oleh IWAPI,” katanya.
Karena itu, IWAPI terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas anggotanya.
Kolaborasi dan sinergi dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan organisasi sekaligus meningkatkan daya saing perempuan pengusaha.
“Oleh sebab itu IWAPI terus mengetuk pintu kemitraan, kolaborasi sesuai dengan temanya, kolaborasi dan sinergi agar IWAPI terus bisa naik-naik,” tutur Nita.
Nita juga menyampaikan, IWAPI saat ini memiliki anggota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia dengan jumlah sekitar 40 ribu perempuan pengusaha.
Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara sekitar 2 persen lainnya berasal dari kategori usaha menengah dan besar.
Dengan komposisi tersebut, menurut Nita, penguatan kemampuan digital menjadi salah satu hal penting yang perlu terus didorong agar para perempuan pengusaha, khususnya pelaku UMKM, mampu mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui penguatan kapasitas, kemitraan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, IWAPI berkomitmen mendorong perempuan pengusaha agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengambil peluang dari transformasi digital. [rns|mc]
