Mengabarkan tanpa Mengaburkan

Studi Gizi Indonesia Tingkat Nasional 2022, Stunting Tanbu 16,1%

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Berbagai pihak terkait terus berupaya menekan angka stunting dalam rangka menumbuh kembangkan generasi muda.

Termasuk diantara menggelar rembuk stunting yang di inisiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Gedung Mahligai Bersujud Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Senin (17/4/2023).

Rembuk Stunting dibuka Sekretaris Daerah DR Ambo Sakka mewakili Bupati dr Zairullah Azhar dengan mengusung tema “Bergerak Meningkatkan Sinergisitas untuk Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu.”

Ketua TPPS Wahyu Windarti Zairullah menuturkan jika dirinya mengkoordinasikan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting sebagaimana yang telah ditargetkan Pemerintah Indonesia. Yaitu sebesar 14% di tahun 2024.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya percepatan lintas program dan lintas sektor,” katanya.

Wahyu Windarti memaparkan menurut hasil Studi Gizi Indonesia Tingkat Nasional tahun 2022, Tanbu sebesar 16,1 persen, terdapat penurunan sebesar 2,6 persen.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga : "]

“Angka tersebut dibawah angka provinsi yaitu 24,6 persen dan angka nasional sebesar 21,6 persen,” terangnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Kalimantan Selatan Ir H Ramlan menambahkan, salah satu faktor stunting adalah perkawinan anak di usia yang terlalu muda atau dini, kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

“Faktor perlu ditandai sebagai hal keseriusan yang ditangani bersama untuk mencegah terjadinya stunting,” sambungnya.

Kepala BKKBN Kalsel sangat antusias dan memberikan penilaian baik terhadap Penandatanganan Nota Kesepakatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Rembuk Stunting tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari ULM Banjarmasin, Triwanti. [fitri]

Advertisements

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *