Sopir Hauling Kembali Gelar Demo… Kali ini Sasarannya DPRD, Kantor Gubernur, dan Kapolda Kalsel

 

Rantau, Lenterabanua.com – Nasib ribuan sopir angkutan jasa batubara yang terdampak penutupan jalan hauling KM 101 Tapin makin  nelangsa.

Bacaan Lainnya

Meskipun beberapa kali dilakukan pertemuan dengan difasilitasi eksekutif dan legislatif setempat namun hasilnya masih tak kunjung berpihak kepada para sopir.

Sampai sekarang jalan hauling yang menjadi tumpuan para sopir mengais rezeki tak kunjung dibuka.

Trubus salah satu perwakilan sopir menuturkan, pihaknya berencana kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut jalan hauling segera dibuka.

Disampaikannya, unjuk rasa kali ini akan lebih besar dari sebelumnya dimana pihaknya juga berencana mengajak keluarga mereka untuk turun bersama menyampaikan aspirasi.

“Kami ini cuma rakyat kecil yang menggantungkan mencari rezeki di jalan hauling tersebut, kalau kami tak bekerja anak istri kami mau makan apa, “katanya.

Rencananya, aksi itu akan digelar ke kantor Gubernur dan Polda Kalsel.

Hal senada disampaikan Sulaeman, perwakilan sopir lainnya, yang menyatakan sudah bingung dengan tak jelasnya nasib mereka.

“Sudah bingung tidak tahu harus bagaimana lagi, mau kerja apa kami kalau begini terus bisa kelaparan anak istri kami, “ujarnya.

Disampaikannya, dampak penutupan jalan hauling ini sudah sangat terasa bagi mereka para sopir.

Selain dari pada itu, menurut Wawan, dari asosiasi tongkan menyampaikan, kalau police line dan portal underpass dari pihak yang berwenang tidak dibuka, seharusnya, pejabat yang berwenang bisa mengizinkan melintas jalan nasional untuk sementara. Sambil AGM membuat jalan lain pengganti jalan underpass yang jadi sengketa.

Sementara itu Salman Alfarisi alias Gusdur dari Forum LSM Hulu Sungai Selatan, menyatakan keprihatinannya atas nasib ribuan sopir angkutan jasa baturaba yang terdampak penutupan jalan hauling KM 101 Tapin.

Disampaikannya, mereka para sopir yang terdampak penutupan jalan hauling ini merupakan warga Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

“Banyak kerabat kami para sopir yang terdampak, kami juga akan turut mendukung mereka dalam menyampaikan aspirasi agar jalan hauling bisa segera dibuka,“ ujarnya.

Disampaikan Pria yang berdomisili di HSS ini , pihaknya berencana menggelar aksi demo bersama para sopir Minggu depan.

“Ini sudah terlalu lama mereka tak bekerja, pihak berwenang harusnya bisa lebih bijak memikirkan nasib mereka para sopir.  AGM  merupakan Objek Vital Nasional, Negara pasti mengalami kerugian, kalau soal hukum dua perusahaan yang bersengketa silahkan tetap berjalan di pengadilan tapi kami minta jalan hauling dibuka agar para sopir bisa bekerja,” ujarnya.

Terpisah Koordinator Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK APP) Kalsel Aliansyah menyatakan akan kembali melakukan aksi demo ke Polda Kalsel.

Selanjutnya, Informasi yang kami dapat pada hari Kamis kemarin yang disampaikan oleh Polda bahwa police line itu akan dilepas hanya isapan jempol

“Namun, sampai hari ini tidak ada, tidak dibuka.  bila Kapolda tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada di Rantau ini, kami akan berangkat ke Mabes Polri. Meminta apa yang menjadi amanat Presiden kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda yang tidak bisa mengamankan investasi di daerahnya dan kita akan demo ke Istana Presiden,” tandasnya.

Selain dari itu terkait kasus hukum menurut Supiansyah Darham menyatakan, yang Pertama Permasalahan antara PT AGM dengan PT Tapin Coal Terminal ( TCT ) sudah masuk ranahnya Pengadilan dengan gugatan Keperdataan di Pengadilan Negeri Rantau. Harusnya pihak Polda Kalsel mendahulukan Perkara keperdataannya, jangan memaksakan Perkara Pidana yang didahulukan.

Menurutnya, ada 4 Peraturan yang diduga dilawan, yakni Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) RI nomor 1 tahun 1956. Surat Edaran MA (SEMA) RI nomor 4 tahun 1980. Surat panduan dalam sistem penuntutan yang dikeluarkan oleh Kejagung nomor B-230/E/Ejp/01/2013 tanggal 22 Januari 2013 serta Peraturan Kapolri (Perkap) Pasal 61 dan 62.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *