Advertisement

Murung Kenanga Tampung 23 Ribu Jemaah Haul Sekumpul

  • Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie meninjau proyek Air Santri Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura.

Martapura, Lenterabanua.com – Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, bakal jadi kawasan penyangga Sekumpul. Kampung ini diprediksi mampu menampung 23 ribu jemaah Haul Abah Guru Sekumpul dan menambat 900 perahu peziarah di Dermaga Air Santri.

Fasilitas penunjang itu imbas dari proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan Air Santri Desa Murung Kenanga. Akronim Air Santri adalah Aman, Indah, Ramah, dan Santun Tertata Rapi.

Proyek dikerjakan oleh PT Diatasa – Media KSO, senilai Rp32.4 miliar. Sumber dana dari pinjaman Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan atau International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). Proyek berakhir pada 2022, bila haul digelar tahun 2023 semua fasilitas Murung Kenanga siap.

Di ujung kampung dibangun menara kiblat. Topografi kampung setelah berdiri menara itu mirip segitiga mata anak panah yang jika ditarik lurus ujungnya tembus ke kabah di Mekkah dari jalur hajar aswad. Sebelah kanan menara ada Kubah Datu Kelampaian dan bagian kiri menara kiblat terdapat Kubah Abah Guru Sekumpul.

Jika ditarik garis lurus ke bagian belakang menara kiblat ditemukan galeri kitab kuning dan bagian ekor anak panah terdapat makam wali lima. Bagian kiri menara juga terdapat Masjid Al Karomah Martapura dan di depan menara adalah Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

“Progres pekerjaan sudah mencapai 40 persen. Pekerja masih membangun siring dan tiang pancang untuk dermaga,” kata Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat Al Ikhwan Desa Murung Kenanga, Khairuddin.

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie saat meninjau Kawasan Air Santri di Desa Murung Kenanga RT 06 RW 03, tidak menyangka Air Santri kaya dengan nilai filosofis. Kawasan ini adalah penunjang kota Martapura sebagai Kota Santri. Di lapangan terus berjalan pekerjaan pembuatan Ruang Terbuka Publik, dua dermaga dan siring. ***

Written by

Belajar mengabadikan momen. Diolah semampunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *