Tanah Bumbu – Halaman Yayasan Pendidikan Islam Al Fath Batulicin mendadak ramai dan penuh warna, layaknya pasar internasional, Kamis (11/12/2025).
Sekolah tersebut sukses menggelar kegiatan “Market Day” yang melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI SD.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang jual beli biasa, melainkan panggung bagi kreativitas siswa yang didampingi oleh dewan guru. Dengan semangat berwirausaha, para peserta menjajakan berbagai produk, mulai dari aneka buah-buahan segar, kue, hingga hidangan berat seperti nasi.
Yang membuat Market Day kali ini berbeda dan menarik adalah tema internasional yang diangkat oleh setiap kelas. Para siswa berinovasi menyajikan aneka jajanan dan makanan sesuai dengan tema negara yang mereka pilih, membawa pengunjung dalam perjalanan kuliner keliling dunia.
Para siswa berjualan dengan tema berbagai negara, seperti Korea, Italia, Tiongkok (atau Cina), Arab, dan negara-negara lainnya.
Para orang tua siswa yang hadir sebagai tamu tampak antusias. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga aktif berbelanja di setiap stand. Suasana layaknya pasar sungguhan pun tercipta, bahkan beberapa orang tua terlihat memborong dagangan para siswa sebagai bentuk dukungan.
Kegiatan Market Day ini menjadi cara Yayasan Pendidikan Islam Al Fath Batulicin mengajarkan siswa tentang kewirausahaan, kerja sama tim, sekaligus memperkenalkan keragaman budaya global melalui makanan.
Alya Alicia Mardani, siswi kelas IV yang bertanggung jawab di stand bertema Korea, mengungkapkan rasa senangnya.
“Seru sekali. Awalnya sedikit takut tidak laku, tapi ternyata banyak yang suka. Kami sengaja memilih Korea karena makanannya lagi viral. Selain belajar jadi kasir dan melayani pembeli, kami juga belajar tentang mata uang dan budaya negara lain. Rasanya seperti belajar sambil bermain dan jalan-jalan keliling dunia,” katanya.
Dukungan penuh datang dari pihak orang tua murid yang melihat kegiatan ini sebagai wadah pendidikan yang sangat berharga. Hj Lia, salah satu perwakilan orang tua siswa, menyampaikan apresiasinya saat ditemui di lokasi.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan Market Day ini. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bagaimana berinteraksi dengan orang lain, mengelola uang, dan berani menawarkan produknya. Ini adalah pelajaran mental dan keterampilan lunak (soft skill) yang tidak didapatkan dari buku. Konsep tema negara juga sangat kreatif, anak saya jadi lebih semangat. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus rutin diadakan,” tuturnya.
Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan Islam Al Fath Batulicin menyatakan bahwa Market Day ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengintegrasikan kurikulum dengan pendidikan karakter dan keterampilan praktis.
Ustaz Zain, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Al Fath, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang telah dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan telah rutin dalam 10 tahun terakhir.
“Ini merupakan bagian dari pendidikan anak-anak, karena bagi kami bukan hanya di kelas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship), jiwa kepemimpinan, sehingga anak-anak berwawasan luas,” katanya. [mfs]
