Mandikapau Timur, Tipologi Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan

  • Suasana Jalan Desa Mandikapau Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Desa ini ditetapkan Kemendes PDTT sebagai desa contoh karena proses, bukan hasil.

 

 

Bacaan Lainnya

 

Martapura, Lenterabanua.com – Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar dijadikan desa percontohan dengan karakteristik tipologi desa tanpa kemiskinan dan tanpa kelaparan. Mandikapau Timur dan 7 desa lain dari seluruh nusantara jadi contoh tentang pengelolaan dana desa berbasis output, outcome, dan impact.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendes PDTT ) mendatangi Desa Mandikapau Timur dari tanggal 11 – 15 November 2021 silam. Tim kementerian ini datang ke Mandikapau Timur membuat video kampanye informasi pembangunan desa yang berdampak pada SDGs Desa atau Sustainable Development Goals.

Selanjutnya, Kemendes PDTT telah membagi sembilan tipe desa yang sesuai dengan SDGs Desa, yaitu: Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan, Desa Ekonomi Tumbuh Merata, Desa Peduli Kesehatan, Desa Peduli Lingkungan Hidup, Desa Peduli Pendidikan, Desa Ramah Perempuan, Desa Berjejaring, Desa Tanggap Budaya, dan Desa Pancasila. Sustainable development goals desa merupakan role pembangunan berkelanjutan  yang masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dr Fujiartanto menjelaskan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan arah pembangunan desa hingga tahun 2030 mendatang. Disebut dengan SDGs Desa. Program ini merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat (no one left behind) yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan. Agar SDGs Nasional bisa terwujud, Kemendes PDTT menurunkan SDGs Nasional menjadi SDGs Desa.

SDGs Desa diharapkan sebagai acuan untuk pembangunan desa tahun 2020-2024. Tujuannya agar SDGs Nasional tercapai. SDGs Desa ini sebagai upaya terpadu untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional berkelanjutan atau SDGs nasional.  Untuk mewujudkan SDGs Desa, Kemendes PDTT menerbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT No 13/2020, yang menyatakan Rp72 triliun dana desa tahun 2021 diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan SDGs Desa.

Dana desa dirasakan kehadirannya dan berdampak pada peningkatan ekonomi dan SDM desa. SGDs Desa adalah pembangunan total atas desa yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan di desa. SDGs Desa ini diyakini berkontribusi 74 persen atas pencapaian SDGs nasional.

Selanjutnya, Kemendes PDTT telah membagi sembilan tipe desa yang sesuai dengan SDGs Desa, yaitu: Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan, Desa Ekonomi Tumbuh Merata, Desa Peduli Kesehatan, Desa Peduli Lingkungan Hidup, Desa Peduli Pendidikan, Desa Ramah Perempuan, Desa Berjejaring, Desa Tanggap Budaya, dan Desa Pancasila.

Kepala Desa Mandikapau Timur H Supiani Abdullah tidak pernah memikirkan prestasi atau inovasi desa yang dibuatnya mendapat apresiasi. Namun, Supiani Abdullah tetap bersyukur, dari 75 ribu desa seluruh Indoensia, nama Mandikapau Timur dikenal atau muncul kepermukaan berkat pengelolaan dana desa yang merujuk pada hasil, manfaat, dan dampak yang diinginkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *