Advertisement

Kangen Sekumpul Buka Seperti Dulu

SEKUMPUL : Suasana padat Jalan Sekumpul, Kabupaten Banjar saat didatangi jutaan peziarah yang mengikuti haul Abah Guru Sekumpul, Tuan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari.

 

 

Martapura, Lenterabanua.com – Kubah Abah Guru Sekumpul masih dikunci rapat dari pezia rah kendati proses renovasi terlihat sudah selesai. Status pandemi covid memperkuat keputusan kubah tersebut tak kunjung dibuka. Padahal kasus terkonfirmasi makin melandai bahkan beberapa kali ditemukan nol pasien covid di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Sehingga, mulai muncul riak kecil yang menyuarakan supaya kubah Abah Guru Sekumpul minta dibuka seperti semula. Terutama dari warga setempat yang memiliki usaha niaga di sekitar Sekumpul. Pedagang yang menyandarkan usaha dari jemaah sudah kahabisan nafas untuk bertahan akibat lamanya kubah tutup. Sektor ekonomi makin melemah karena tidak ada lagi modal untuk diputar.

Kompleks Ar Raudah Sekumpul  tutup total sejak 23 Maret 2020 silam karena pandemi berbarengan rencana renovasi total kubah. Berjalan waktu, pandemi mulai surut kendati status Banjar masih PPKM level 3. Jemaah luar kota banyak mengaku rindu berziarah ke Sekumpul. Lalu mengemuka desakan kubah dibuka lagi dengan protokol kesehatan ketat.

“Kami hanya bisa ziarah dari balik dinding di Gang Taufik. Kalau boleh buka kami siap menaati protokol kesehatan. Bila misalnya seluruh peziarah wajib sudah vaksin minimal sekali, saya juga sudah 2 kali,” kata Amin, warga asli Amuntai, Jumat (12/11/2021) tadi.

Dirinya yakin,  kalau pengelola kubah Sekumpul membuat syarat ketat seperti tiap jemaah sudah menerima vaksin. Sebelum berziarah tentu akan diikuti. Lagian, hampir semua aktivitas persyaratan saat ini wajib menyertakan bukti sudah menerima vaksin minimal sekali. Syarat tersebut tentu jadi motivasi tersendiri bagi jemaah punya kesadaran baru mempercepat vaksin.

Sedangkan Muhammad, warga Sekumpul berterus terang sangat memerlukan Kubah Sekumpul cepat. Ia dan beberapa warga yang berjualan di sekitar Sekumpul kehilangan penghasilan akibat pembatasan pandemi. Sehingga jemaah dari luar kota tidak pernah datang lagi ke Sekumpul. Daya tarik serta berkah Sekumpul sangat dirasakan warga yang punya tempat usaha berbagai keperluan jemaah.

“Lebih 2 tahun kami bertahan tanpa kepastian status pandemi. Kalau diliat data harian, kasus terkonfirmasi positif jauh berkurang. Mudahan jadi pertimbangan pemerintah bersedia berdialog dengan ahli waris untuk membuka kubah demi masyarakat,” kata Muhammad.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr Diauddin menyatakan, kubah Sekumpul memang masih tutup. Hal sama juga berlaku untuk Kubah Datu Kelampaian di Astambul. Ia mendengar aspirasi pembukaan kubah justru dari wartawan. Seingatnya, keputusan penutupan kubah tersebut atas keputusan ahli waris yang berniat merenovasi kubah secara menyeluruh.

Saat ini, Diaudin tidak tidak mendengar kabar rencana pihak ahli waris untuk membuka. Justru ujarnya, ahli waris cukup ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Kesadaran mereka harus didukung untuk mengurangi penyebaran akibat dampak pandemi.”Belum ada wacana membuka kubah untuk sementara,” kata Diauddin.

Written by

Belajar mengabadikan momen. Diolah semampunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *