Akibat Police Line, Sopir Hauling Kehilangan Penghasilan

 

Tapin, Lenterabanua.com – Ratusan sopir hauling dan pekerja tongkang batubara bersama keluarganya menggelar aksi damai di lokasi underpass KM 101 Tapin, Senin (13/12/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Mereka mengaku menjadi korban dari berhentinya kegiatan pengiriman batubara akibat kasus perdata tanah. Yang di-police line oleh Ditreskrimum Polda Kalsel.

Orasi berisi permintaan kepada Polda Kalsel mencabut police line di jalan hauling berlangsung sangat damai. Mereka tetap bertahan di kawasan 101 kendati turun hujan.

Setelah puas orasi, massa bergerak ke Jalan Ahmad Yani Km 101. Di atas underpass, mereka menutup jalan nasional selama 15 menit dengan permintaan jalan hauling dibuka.

Aksi tadi menjadi demo kedua. pekan lalu, ribuan pekerja terdampak blokade jalan hauling KM 101 sudah melakukan serangkaian aksi damai.

Mereka membentangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi, Kapolri dan pejabat pemerintah lainnya. Harapannya, orang nomor satu di Republik Indonesia mendengar keluhan tentang police line di underpass atau hauling di KM 101, Kecamatan Tatakan, Kabupaten Tapin.

Alhasil, pekerja dan keluarganya driver menganggur dan tanpa penghasilan setelah tidak bekerja akibat blokade jalan di KM 101.

Seperti diketahui sejak 27 November 2021 jalan underpass di KM 101 diberi garis polisi oleh Polda Kalimantan Selatan. yang diikuti dengan blokade jalan oleh PT Tapin Terminal Coal (TCT).

Blokade tersebut merupakan imbas dari sengketa tanah antara  PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan TCT. Kasus kini sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tapin.

Awalnya ada titik terang saat digelar mediasi ketika DPRD Tapin menggelar Rapat Dengar Pendapat. Melibatkan asosiasi angkutan hauling dan tongkang. Juga dengan PT AGM dan TCT. Sayangnya saat DPRD berinisiatif mencarikan jalan terbaik, PT TCT tidak hadir tanpa penjelasan.

“Tolong bapak Presiden RI Joko Widodo dengar suara kami. Kami cari nafkah di sini, tinggal di sini, makan di sini. Kami sangat tergantung dengan angkutan batubara. Kalau aspirasi ini belum didengar. Kami akan terjunkan lagi para pekerja yang kena dampak dengan jumlah yang lebih besar,” kata Trubus Santoso, salah satu orator.

 

Trubus mengatakan, aspirasi mereka ditujukan ke Presiden Jokowi, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, hingga pemerintah Kabupaten Tapin. Pihaknya tidak membela kepentingan perusahaan mana pun. Kalau masalah blokade ini berawal dari sengketa dua korporasi, mereka pun meminta agar dua perusahaan untuk menyelesaikannya tanpa mengorbankan para pekerja.

Kata Trubus, aksi ini digagas bukan tanpa alasan. Mereka semata-mata ingin memperjuangkan mata pencaharian yang terputus sejak jalan di blokade.

“Kami biasa dalam sehari dapat Rp400 ribu dari mengangkut batubara. Sekarang benar-benar menganggur. Ribuan pekerja dan keluarga sedang kesulitan,” tegas Trubus.

Sulaiman, driver angkutan batubara menceritakan, sejak pertama di-police line, belum mendapatkan pekerjaan sampingan. Ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan, sehingga dirinya berharap penuh jalan ini dibuka.

“Kami sangat bergantung hidup dari pertambangan ini saja. Jadi mohon bisa memahami kepentingan kami untuk bisa bekerja. Selesaikan masalah ke pengadilan jangan rugikan pekerjanya,” kata Sulaiman.

Ketua Perwakilan Asosiasi Tongkang, H Safei mengungkapkan, police line dan blokade jalan berupa pemasangan portal yang dilakukan TCT membuat susah usaha dan keluarganya. Lantaran tidak dapat lagi beroperasi, H Safei mengaku tidak sanggup membayar pinjaman kepada pihak bank.

“Tongkang-tongkang punya saya tidak lagi kerja. Saya sampai telepon orang bank, siap-siap untuk tidak bisa bayar. Kami ini tidak salah. Kami ini korban,” ungkap H Safei.

Kartoyo dari pengusaha angkutan menjelaskan, aksi damai para driver angkutan batubara merupakan desakan langsung dari pekerja angkutan. Permintaan hanya satu, supaya para pekerja bisa kembali mencari nafkah seperti sebelum jalan hauling dibuat blokade.

“Silakan Antang dan TCT selesaikan permasalahannya, namun kami minta tetap beroperasi seperti biasa karena pekerja butuh penghasilan secepatnya,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *